TERAPI RUQYAH JARAK JAUH LEWAT TELPON (PENGOBATAN SANTET, TENUNG, TELUH, SIHIR, GUNA-GUNA)

TERAPI RUQYAH JARAK JAUH LEWAT TELPON (PENGOBATAN SANTET, TENUNG, TELUH, SIHIR, GUNA-GUNA)
Saya Perdana Akhmad, S.Psi sebagai Founder Quranic Healing akan memberikan pelayanan Ruqyah Melalui Telpon khusus bagi umat muslim yang diserang oleh SIHIR, ILMU HITAM, PELET, SANTET, TELUH, GUNA GUNA, SERING KESURUPAN, TERKENA PENYAKIT YANG TIDAK TERDETEKSI DOKTER. Penjelasan lanjutan Klik Gambar !

TEHNIK PAGARAN RASULULLAH


Imam Abu Nuaim menyebut dalam kitabnya ‘Dalail An-Nubuwah’ bahawa Ibnu Mas’ud pernah menemani Rasullullah s.a.w ketika baginda berdakwah kepada sekumpulan jin di Baqiul Farqod. Silahkan lihat terjemahan hadis ini di bawah:

Amru b. Ghailan pernah datang kepada Ibnu Mas’ud dan bertanya; “Benarkah kamu pernah bersama Rasullullah s.a.w pada malam pengiriman utusan jin?”, “Benar”, jawab Ibnu Mas’ud. “Tolong ceritakan kepadaku  bagaimana keadaan baginda pada saat itu?” tanya Amr lagi.
“……Rasullullah s.a.w keluar dan di tangan baginda terdapat tangkai buah kurma, kemudian baginda menghayunkan tangkai itu pada dadaku, lalu kujawab ‘Masya Allah’. Ini dilakukan sebanyak 3 kali dan aku pun menjawab ‘Masya Allah’.  Lalu akupun mengikuti baginda sehingga kami sampai di makam yang terkenal dengan nama Baqiul Farqod. Kemudian Rasullullah s.a.w menggaris dengan tongkatnya dan bersabda;
“Duduklah di sini dan jangan pergi selama aku belum ke sini lagi”. Seraya baginda terus berjalan dan aku melihat baginda antara pohon-pohon kurma sehingga dapat kulihat ada semacam asap hitam yang menutup Rasullullah….Dalam hatiku berkata bahwa asap yang menutup Rasullullah s.a.w itu ialah jin yang menipu daya baginda untuk mereka bunuh, kemudian aku bersiap-siap untuk meminta pertolongan orang-orang kampung, tetapi aku ingat akan pesan Rasullullah s.a.w supaya aku tidak meninggalkan tempat yang digarisi oleh baginda untukku…….(setelah selesai Rasullullah s.a.w berdakwah kepada jin) Rasullullah s.a.w bersabda, “Wahai Ibnu Mas’ud, andaikata engkau keluar dari garis yang kubuatkan untukmu itu, aku tidak bertanggungjawab akan keselamatan dari kejahatan jin….” 
(Riwayat Imam Abu Nuaim)


 Hadis Riwayat Sheikhul Hadis Al-Hafiz Imam At-Thobrani r.h.
Diriwayatkan oleh Zubair b. Al-Awam mengatakan bahawa, “Rasullullah s.a.w pada suatu hari melakukan solat subuh berjemaah dan saya termasuk makmumnya. Solat jemaah itu dilakukan di masjid Nabawi, setelah itu baginda memberi salam, seraya bersabda, “Siapa yang ingin mengikutiku berjumpa dengan utusan para jin?”.
Para jemaah pada ketika itu terdiam semua. Lalu baginda mengulangi pertanyaan yang sama sebanyak tiga kali. Kemudian baginda membawaku pergi dengan menggandeng tanganku, dan berjalanlah aku bersama baginda melewati gunung-ganang Kota Madinah. Setelah itu kami sampai di satu kawasan tanah yang luas. Tiba-tiba ada sekumpulan orang lelaki yang tinggi-tinggi, mereka berpakaian putih-putih, sehingga tampak seperti panah.
Setelah aku melihat mereka, timbullah rasa takut sehingga kedua kakiku gementar. Setelah kami mendekati mereka, Rasullullah s.a.w membuat garis (pembentengan) SEGI EMPAT dan memerintahkan aku untuk duduk di situ. Dan setelah aku duduk, ternyata segala sesuatu yang aku rasakan tadi hilang sama sekali…”
(Riwayat Imam At-Thobrani)
 

Berdasarkan hadis di atas, dapatlah kita lihat dengan jelas bahwa Rasullullah s.a.w membuat kaidah membuat garisan sebagai pemagar/pembatas atau sutrah.Pengertian sutrah adalah sesuatu yang dijadikan sebagai penghalang, apa pun bentuk/jenisnya seperti contohnya adalah dengan membuat garis. Berkenaan bentuk garisan, sama saja membuat satu garis lurus, atau garis empat segi ataupun garis bulatan bukanlah menjadi permasalahan.

NAMUN kaidah membuat garis pagaran menurut Ustadz Fadlan dan Ustadz Djunaidi  setelah saya meminta pendapat beliau-beliau . Ustadz Fadlan dan Ustadz Djunaidi menjelaskan Tehnik pagaran yang dilakukan Rasulullah dengan membuat garis pada tanah/pasir adalah kekhususan yang hanya diberikan kepada Rasulullah dan kita tidak melihat para sahabat melakukannya maka kita tidak dapat meniru apa yang dilakukan Rasulullah yang melindungi sahabatnya dengan membuat garis pemagar.




……………Semua dengan idzin dan ridho Allah Ta’ala………………..

Suka artikel ini? bagikan

FacebookGoogle+ Twitter
0 Komentar untuk "TEHNIK PAGARAN RASULULLAH"

PELAYANAN RUQYAH EKSLUSIVE

PELAYANAN RUQYAH EKSLUSIVE
Melayani Panggilan Ruqyah seluruh Indonesia dan dunia. Penjelasan lanjutan klik gambar !

PONDOK REHABILITASI QURANIC HEALING

PONDOK REHABILITASI QURANIC HEALING
#TOP