Berobat Dengan Al-Qur'an

Oleh : Musdar Bustamam Tambusai, Lc 
 
       Bagaimana kita berobat dengan al-Qur'an, sedangkan ia merupakan kitab akidah dan hukum, bukan kitab kedokteran atau buku pengobatan ? Apa yang dimaksud dengan ayat-ayat penyembuh ? Apakah kita dapat menyembuhkan penyakit-penyakit fisik dan psikis dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur'an ? Kemudian, apakah dunia medis modern telah menemukan aspek ilmiyah bahwa al-Qur'an itu dapat memberikan efek kesembuhan ? Dan masih banyak pertanyaan lain yang berkaitan dengan pengobatan dengan menggunakan bacaan al-Qur'an.

       Melalui pengalaman saya sejak tahun 2005 yang silam sebagai terapis ruqyah di Ghoib Ruqyah Syar'iyyah Cabang Medan dan sekarang di Rumah Sehat Thibbun Nabawi Al-Iman Jln. Seser Amplas, Medan ditambah dengan bacaan saya terhadap literatur-literatur yang berkaitan dengan terapi qur'ani dan thibbun nabawi, saya mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa ibadah-ibadah yang kita lakukan sehari-hari (termasuk tilawah al-Qur'an) memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kesehatan dan juga pengobatan. Secara pribadi saya telah merasakan bahwa jika setiap kali kita membaca al-Qur'an dengan niat ibadah dan kesembuhan, sungguh hal itu saya rasakan dampaknya yang positif bagi kesehatan. Begitu pula dengan ibadah-ibadah lain seperti shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya.

      Sebagian pakar mengatakan bahwa fungsi ibadah-ibadah itu sebagai faktor penyembuhan suatu penyakit hanya bersifat preventif. Tapi menurut saya, hal itu juga dapat menyembuhkan penyakit ketika penyakit telah bersarang dalam diri seseorang. Oleh karena itu, kita membuktikan bahwa ibadah-ibadah dalam Islam itu bukan hanya doktrin belaka tapi juga sebuah fakta ilmiyah untuk kebaikan umat Islam secara khusus dan umat manusia secara umum.

      Setiap ibadah memiliki manfaat secara ruhiyah (psikis/mental) dan manfaat secara fisik. Jika seorang muslim yang beriman melakukan ibadah yang diwajibkan oleh Allah swt kepadanya dengan baik, maka ia akan memperoleh daya tahan tubuh (immunity) yang kuat untuk melawan penyakit, baik penyakit fisik maupun kejiwaan. Disinilah kita akan melihat bukti keilmiyahan al-Qur'an sebagai obat. 

Al-Qur'an sebagai obat, jelas disebutkan oleh al-Qur'an itu sendiri dalam banyak ayat dan dikuatkan oleh hadits Rasulullah saw. Namun, umat Islam telah mengabaikan kebenaran wahyu itu sehingga umat lebih percaya kepada konsep yang dibuat oleh manusia. Sungguh, ini kondisi yang sangat menyedihkan. 

Bagaimana mungkin Allah swt menjanjikan sesuatu kemudian mengingkarinya ? Dan yang lebih menyedihkan lagi, bagaimana umat yang mengaku sebagai hamba Allah tapi mengabaikan kalam Tuhannya ? Belum lagi konsep kesembuhan yang dijelaskan as-Sunnah, sangat jauh dari praktik penyembuhan dan pengobatan umat Islam. Kedua-duanya (al-Qur'an dan as-Sunnah) dua hal yang saling menguatkan.

       Dua potensi besar yang dimiliki umat Islam sebagai rujukan dan sarana penyembuhan, yaitu ayat-ayat al-Qur'an dan doa-doa Rasulullah saw, tapi ternyata banyak umat Islam yang tidak merasakan manfaat dari keduanya. Mengapa ? Menurut penulis, ada beberapa sebab yang membuat tidak tercapainya tujuan penyembuhan dari al-Qur'an dan as-Sunnah.

- Kurangnya keimanan dan keyakinan terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah saw. Sebagian besar umat menganggap apa yang disebutkan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai solusi penyembuhan, hanya dogma semata, tidak ilmiyah, bahkan mitos.

- Jika pun ada rasa percaya dan yakin terhadap keduanya, tapi dalam praktiknya hanya sekedar coba-coba. Atau penyembuhan dengan al-Qur'an dan thibbun nabawi hanya dilakukan setelah kedokteran modern atau dunia perdukunan gagal menyembuhkannya. Kedua belum dijadikan solusi tapi sekedar alternatif layaknya pengobatan tradisional yang dicap oleh kedokteran Barat sebagai pengobatan alternatif.

- Melakukan terapi qur'ani dan thibbun nabawi tapi aspek yang paling penting lainnya diabaikan yaitu tauhid dan ibadah. Bahkan sering terjadi, banyak orang yang diruqyah tapi setelah itu tidak melaksanakan shalat atau masih menyimpan jimat-jimat dirumahnya. Ini namanya syirik (menyekutukan Allah). Allah swt tidak suka diduakan dengan makhluk-Nya. "Iyyaka nasta'inu"-nya kita mau tapi "Iyyaka na'budu"-nya kita tolak. Kita selalu ingin minta tolong kepada Allah tapi kita tidak mau menyembah-Nya.

        Mari kita perbaiki persepsi kita terhadap terapi qur'ani dan thibbun nabawi, insya Allah akan kita dapatkan manfaat yang sangat luar biasa dari mu'jizatnya, yaitu mu'jizat al-Qur'an. Wallahul Musta'an.

0 Response to "Berobat Dengan Al-Qur'an "

Post a Comment