JANGAN MENYAKITI TUBUH FISIK PASIEN RUQYAH
..............................................................................
Manusia yang hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan hawa nafsunya, tidak mudah terpancing emosi, lapang dada dan hatinya serta selalu mementingkan kemaslahatan ummat bukan ego dan kepentingan pribadi.

"Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai berkelahi. Orang yang kuat itu ialah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari)

Kepada seluruh alumni RHQH saya pesankan agar menjaga asholah ruqyah, sebab jangan sampai dalam meruqyah jika menghadapi jin yang membandel timbul emosi bertarung dengan jin melakukan tepukan terlalu teras, pencetan keras menggunakan alat bantu refleksi, memukul tubuh pasien, menendang, menampar, membanting hingga mencederai secara fisik tubuh pasien yang sedang dirasuki jin.


Bahkan ada juga jika pasien tidak bereaksi keras mencari-cari cara sampai pasiennya menjerit dengan menekan-nekan bagian tubuh tertentu terlalu keras (apalagi menggunakan alat refleksi) , terlalu keras menepuk-nepuk kepala (bagian yang sangat sensitif dengan benturan) atau bagian tubuh lainnya yang akan menimbulkan trauma fisik bahkan luka dalam.

INGATLAH ! Kesembuhan pasien bukan karena banyaknya pukulan, tendangan, tamparan, bantingan, pencetan !

Banyak kasus ruqyah cukup kita menempelkan tangan disertai kepukan ringan atau tekanan ringan sudah cukup untuk menyakiti jin dalam tubuh pasien sebab jika sudah dilambari dengan doa sudah cukup energinya (daya/kekuatannya).

Jikapun tidak bereaksi bukan berarti tidak terjadi proses kesembuhan, kita tetap dapat melakukan tehnik sentuhan, usapan membuang penyaki, tiupan dengan disertai konsentrasi dan kekuatan niat (dilambari dengan doa ruqyah) sudah menjadi ikhtiar dahsyat dalam pengobatan penyakit tertentu (baik fisik, psikis, gangguan jin dan sihir).

Terkadang banyak penonton ruqyah bahkan pasien merasa jerih dan miris karena menyaksikan kerasnya peruqyah dalam meruqyah (terlalu menyakiti fisik dengan gerakan yang cukup menimbulkan fitnah).

Ingatlah ! Kekuatan ruqyah bersumber pada Niat, Kunci dan Password (setiap praktisi QHT pasti memahaminya) dan bukan kepada pencetan, tepukan, pukulan atau cara keras lainnya.

Hindarkan juga kalimat yang dapat menimbulkan persepsi negatif seperti " membantai, Smack Down, Menampar, digebukin, dipukulin, dicekik dll" sebab bisa menjadi senjata fitnah bagi pembenci ruqyah atau membuat takut umat islam menjalani terapi ruqyah! Padahal hakikatnya ruqyah tidaklah seseram itu.

Hikmahlah dalam berdakwah, menjalani dan melakukan terapi ruqyah

Jangan sampai terjadi kasus mal praktek ruqyah (sampai terkena kasus penganiayaan) akibatnya terbahak-bahak iblis dan bala tentaranya dengan kejadian ini, mereka menang, mereka juara, mereka berhasil menjatuhkan dan menggagalkan dakwah ini, mencerai-beraikan ukhuwah, menghentikan dakwah Tauhid dan resiko-resiko lainnya karena kesalahan kita sendiri...

Wallahua'lamu bishowab

Post a Comment