Disusun oleh : Abu hasna

Sahabat, ruqyah tidak serta merta berdiri sendiri, ada hal² lain yang terkait di dalamnya. Di antara hal yang terkait dan paling utama itu adalah Tauhid yang shahih. Dan hal inilah yang harus ditanamkan pada siapapun, termasuk pada setiap diri peruqyah dan para pasiennya. Karena dengan Tauhid yang lurus lah doa kita akan mudah terijabah oleh Rabb Yang Maha Mengijabah setiap doa.

Yang juga harus dipahami, bahwa tidak ada jaminan kesembuhan dari kita, melainkan muthlak hanya dari Allàh Yang Maha Menyembuhkan, maka jangan sampai keluar kalimat "pasti sembuh", karena bisa jadi pasien pun akan menyalahkan ruqyahnya, jika ternyata di sana belum ada kesembuhan. Pupuk dan tanamkanlah sifat ikhlash, tawakkal dan sabar yang menghujam di dalam dada saat menunggu datangnya kesembuhan itu dari-Nya.


Pahami juga sebab² tidak terkabulnya doa yang di antaranya adalah:

1. Tidak atau kurangnya keikhlasan dalam berdoa,
2. Menyepelekan kekhusyukan dan perendahan diri di hadapan Allàh saat berdoa,
3. Putus asa, tidak yakin, merasa doanya tak akan terkabul, serta tergesa² ingin doanya segera terwujud,
4. Berdoa dengan kedudukan makhluk-Nya, serta bertawasul dengannya,
5. Adanya makanan dan minuman yang haram di dalam tubuhnya,
6. Dosa kepada muslim lainnya yang belum dimintakan ridhanya.

Rasùlullàh shallallàhu 'alayhi wa sallam bersabda yang artinya,

"Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allàh akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya." Para shahabat berkata, "Kalau begitu, kami akan banyak berdoa." Rasùlullàh menanggapi, "Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian)." (HR. Ahmad dan Abu Ya'la dengan sanad yang jayyid)

Post a Comment