Disusun oleh : Abu Hasna

Jika bisa diibaratkan, pengobatan ruqyah itu laksana minum obat dokter, kadang disaat meminum obat yang pertama, ada yang terasa langsung perubahannya, ada juga saat minum obat ke berapanya barulah terasa efeknya, semua tergantung dari kualitas dokter beserta racikan obatnya, kemudian dilihat dari kadar sakit, pertahanan tubuh, dan tekad kuat plus semangat harapan tuk sembuh dari si pasien, juga tak kalah penting, izin dari Dzat Yang Maha Menyembuhkan.

Begitu pula dengan kasus gangguan jin atau sihir, cepat atau lambatnya kesembuhan pasien itu, tergantung dari kualitas seorang peruqyah beserta taqwanya, kadar lama sakitnya pasien, benteng pertahanan iman dan amalnya, harapan kuat dan baik sangkanya kepada Yang Maha Pencipta, juga sumber utamanya, yaitu izin dari Rabb semesta alam, Allàh Tabàraka wa Ta'àlà.

Ingat, dari kesemuanya, izin kesembuhan dari Dzat Yang Maha Menyembuhkan, inilah kunci utamanya, sebab tanpa izin-Nya, sehebat dan sekuat apapun manusia berusaha, semua yang diharapkan itu tak kan dapat diperolehnya, maka tempuhlah jalan tuk menuju ke sana, bila perlu kerahkan seluruh kemampuan yang kau miliki, tuk meraih izin-Nya, karena yakinlah, bahwa Ia tak kan menyia²kan sekecil apapun usaha dari hamba²-Nya.

Post a Comment