Vian Abu Yusya
Empat hari yang lalu ana diminta oleh seorang ikhwan untuk meruqyah ibunya, dia pun jemput ana dengan mobilnya.

Duduk berdua diperjalanan dia bercerita soal JI, ALQAEDA dan korelasinya dengan perundang undangan indonesia. Hasilnya sudah bisa ditebak dia mengkafirkan seluruh pimpinan dan aparatur negara . Yang ana jadi sebal selama perbincangan dia tak memberi kesempatan ana untuk berpendapat, cuma ocehan ngawur yang diselingi teriakan "ALLOHU AKBAR".

Setengah jam ana tiba dirumahnya, setelah berbincang sedikit dengan ibunya prosesipun dimulai. Alhamdulillah ruqyah berpengaruh sbgaimana ana harapkan. Pasienpun meronta , mengamuk dan sesekali muntah dan meracau, disinilah KEAJAIBAN itu terjadi, saat ana butuh pertolongan untuk memegangi sang ibu pada si ikhwan, dia begitu gugup, terlihat lututnya gemetar dan keringetan.
Bagaimana mungkin seorang yang ngaku "jihad jalan hidupnya" tapi masih takut dengan jin. Dengan apa dia akan menyongsong musuh.

Post a Comment

  1. Assalamu alaikum wrwb.
    Alhamdulillah kesabaran saudara mas perdana membuahkan hasil dri niat yg hasanah atas kebenaran.

    ReplyDelete