TEORI SULIT DILAKUKAN JIKA TIDAK ADA LATIHAN DAN PRAKTEKKNYA
============================================
Sekira 9 atau 10 tahun lalu di Yogyakarta dan kota besar lainnya di Indonesia saya sering mengadakan kajian ruqyah dan diakhiri dengan ruqyah massal, Saya dahulu sering memberikan tips-tips ruqyah kepada umat Islam yang mengikuti kajian namun kenyataan yang terjadi adalah para peserta kajian tidak memiliki keberanian untuk mencoba mempraktekkan teori ruqyah yang diberikan sebab tidak ada sesi latihan, sebab kajian yang saya berikan bersifat monolog dan teoritis tidak ada sesi prakteknya lalu ditutup dengan ruqyah massal.

Berkaca pada pengalaman massa lalu sangat TIDAK cukup hanya mengadakan ruqyah massal sebab akan memiliki dampak negatif PENGKULTUSAN kepada raqi yang membacakan ayat ruqyah SANGAT HEBAT menurut mereka sebab hanya membacakan ayat ruqyah sudah banyak terjadi reaksi akhirnya akan berbondong-bondong meminta nomor telpon dan minta diruqyah atau diharuskan datang kekliniknya untuk minta diruqyah.

Berkaca pada pengalaman massa lalu alhamdulillah sekarang komunitas QHI sudah meninggalkan konsep dakwah monolog dalam memperkenalkan ruqyah syar'iyyah, jika dahulu hanya diisi dengan kajian dan ruqyah massal, sekarang sudah menjadi konsep baku "KAJIAN, PRAKTEK RUQYAH (RUQYAH MANDIRI, RUQYAH BERPASANGAN, RUQYAH BERKELOMPOK), RUQYAH MASSAL"

Hingga umat islam dilatih untuk berani meruqyah, berani membaca Al-Qur'an untuk meruqyah walaupun modalnya cuma bisa membaca Al-Fatihah, Ayat kursi dan 3 Qul dengan baik, dan merasakan sendiri bahwa jika hanya untuk membuat terjadi efek detok (mengeluarkan penyakit) atau membuat jin tersiksa semua umat muslim bisa melakukannya bukan MONOPOLI Ustadz saja

Walhamdulillah............

Post a Comment