SEKILAT JAWABAN KONSULTASI PSIKOTERAPI RUQYAH
-------------------------------------------------------
ITTIHAM DAN ISTILHAM

Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh Ustadz, Saya masih belum paham dgn metode ITTIHAM & ISTILHAM. :

1. Kapan kita perlu menerapkan kedua metode tsb?

2. Dgn melakukan tuduhan, apakah tdk khawatir bhw pasien tsb berbohong krn pengaruh setan di dalam tubuhnya sehingga memungkinkan terjadinya adu domba dgn org yg dituduh?

3. Bagaimana kaifiat penerapannya?

Jazakallaahu khoir atas kesedian Ustadz utk menjawabnya.
-------------------------------------------------------------------
Wa'alaikumsalam.


1. Kapan kita perlu menerapkan kedua metode tsb?

Jawab :
ITTIHAM secara lughowi berarti TUDUHAN
ISTILHAM artinya adalah meminta ilham/petunjuk kepada Allah

Penerapaan ITTIHAM dapat dilakukan ketika pasien mendapatkan penyakit yang tidak terdeteksi ilmu kedokteran, penyakitnya aneh, mendapatkan musibah terus menerus berturut-turut. penyakitnya datangnya tiba-tiba dan parahnya tiba-tiba.

Penerapan ISTILHAM, dapat dilakukan ketika pasien selalu melihat penampakan jin, merasakan jiwanya terbelah, merasakan jiwanya terbelenggu, merasakan jiwanya berada ditempat asing, merasakan ketidak nyamanan berada disuatu tempat tertentu, merasakan rasa sakit yang tidak terdeteksi dunia kedokteran.

2. Dgn melakukan tuduhan, apakah tdk khawatir bhw pasien tsb berbohong krn pengaruh setan di dalam tubuhnya sehingga memungkinkan terjadinya adu domba dgn org yg dituduh?
Jawab :

Dapat diantisipasi dengan membaca ta'awuds dan doa-doa pembentengan dan perlindungan baik peruqyah dan pasien

3. Bagaimana kaifiat penerapannya ?
jawab :

Kaifiyah ITTIHAM dan ISTILHAM, pasien berwudhu, istighfar 100 X, membacaa ta'awudz, membaca 3 qul diusapkan keseluruh tubuhnya, berdoa pada Allah minta diberikan petunjuk, memejamkan matanya menyimak dengan khusyuk pembacaan ruqyah, pasien memfokuskan fikirannya dengan kilasan gambar dalam benaknya. dan memberitahukan kilasan gambar dibenaknya pada peruqyah.

Adapun peruqyah sebelum meruqyah membacakan AL-AN'AM AYAT 103. "Laa tudrikuhul abshaaru wa huwa yudrikul abshaar. Wahuwal lathiiful khabiir." beberapa kali dan meniupkan ke dada dan mata pasien. lalu lanjutkan ruqyah seperti biasa.

Diperlukan ketangkasan peruqyah mentafsirkan dan mentakwilkan gambar yang didapatkan pasien dalam benaknya.

Post a Comment

  1. Assalamualaikum ustadz, jika saya ingin datang berobat, dimana Alamat ustadz?

    Jazakallah..

    ReplyDelete