Ada peruqyah yang gagal paham menyikapi peruqyah lain yang menggunakan herbal garam dan jeruk nipis ketika meruqyah pasien.
Peruqyah ini mendebat bahwa garam atau jeruk nipis tidak akan membuat jin takut dan tidak memiliki keutamaan dalam mengusir jin atau sihir.
Ya salam......
Saya kira TIDAK ada 1 pun peruqyah syar'iyyah yang meyakini bahwa jin takut dengan garam atau jeruk nipis apalagi dijadikan jimat.
Mereka menggunakan garam dan jeruk nipis tidak lain karena kandungan zat didalamnya yang berguna memperbaiki susunan sel yang rusak karena sihir dan jin.
Pasien mandi atau minum air garam dan jeruk nipis yang sudah diruqyah tidak lain karena sudah mengetahui jika air garam diminumkan maka akan mengikat racun dalam tubuh atau buat mandi agar melunturkan racun dikulit tubuh.
Begitu juga minum dan mandi air jeruk nipis yang sudah diruqyah tidak lain karena dapat berguna merecovery sel tubuh yang sebelumnya dirusak jin sihir juga menghilangkan penyakit dikulit tubuh seseorang.
Lalu peruqyah ini juga mendebat ga ada bukti air hujan bisa mengobati penyakit atau untuk gangguan jin dan sihir.
Andaikan peruqyah ini buka google dengan kata kunci " khasiat air hujan" maka akan ada banyak artikel mengupasnya.
Dan setiap herbal yang sudah diruqyah tentu akan manjur untuk gangguan jin dan sihir.
Toh Ibnu Qayyim juga menjelaskan bahwa pengobatan thibun nabawi yg utama itu adalah penggabungan antara pengobatan alami dan ilahiyah.
Bukan keyakinannya yang katanya "kenapa tidak mencukupkan diri dengan ruqyah" maka saya jawab jika memang lebih utama mensinergikan antara herbal dan ruqyah kenapa harus mencukupkan diri dengan hanya baca ayat ruqyah saja ?

Post a Comment