TERAPI RUQYAH JARAK JAUH LEWAT TELPON (PENGOBATAN SANTET, TENUNG, TELUH, SIHIR, GUNA-GUNA)

TERAPI RUQYAH JARAK JAUH LEWAT TELPON (PENGOBATAN SANTET, TENUNG, TELUH, SIHIR, GUNA-GUNA)
Saya Perdana Akhmad, S.Psi sebagai Founder Quranic Healing akan memberikan pelayanan Ruqyah Melalui Telpon khusus bagi umat muslim yang diserang oleh SIHIR, ILMU HITAM, PELET, SANTET, TELUH, GUNA GUNA, SERING KESURUPAN, TERKENA PENYAKIT YANG TIDAK TERDETEKSI DOKTER. Penjelasan lanjutan Klik Gambar !

'Ain Orang Tua Terhadap Anaknya



'AIN ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA
Allah Subhanahu Wa Ta'ala mencela sifat terburu-buru dalam mendoakan keburukan,
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا
“Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS. Al-Isra’: 11)
Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip perkataan Ibnu Abbas dan lainnya tentang tafsir ayat ini, “ini adalah seseorang berdoa atas dirinya dan anaknya saat jengkel dengan suatu doa yang ia sendiri tak suka kalau itu dikabulkan: Ya Allah, binasakan ia, dan semisalnya. Maksud seperti doa-nya untuk kebaikan: seperti doanya kepada Tuhan-nya agar diberi kesejahteraan. Jika Allah kabulkan doa keburukan atas dirinya itu pasti ia binasa. Tetapi dengan karunia-Nya, Allah tidak kabulkan doa buruknya tersebut.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعْوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكَّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُ المَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ المُسَافِرِ وَ دَعْوَةُ الوَالِدِ لِوَلَدِهِ.
“Tiga doa yang akan dikabulkan dan tidak ada keraguan pada terkabulnya: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang safar dan doa kebaikan orang tua kepada anaknya.” (HR. Muslim no. 3009).
dari Jabir Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
لَا تَدْعُوَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوَا عَلَى أَوْلَادِكُمْ ، وَلَا تَدْعُوَا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لَا تُوَافِقُوا مَنَ اللَّه سَاعَةً يُسْأَل فِيهَا عَطَاء فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ
“Janganlah kalian mendoakan keburukan atasa diri kalian, jangan pula atas anak-anak kalian, dan jangan pula atas harta kalian. Jangan sampai dia kalian bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa sehingga Allah mengabulkan doa kalian.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Ada seorang lelaki yang berucap kepada untanya,
شَأْ لَعَنَكَ اللَّهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « مَنْ هَذَا اللاَّعِنُ بَعِيرَهُ ». قَالَ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « انْزِلْ عَنْهُ فَلاَ تَصْحَبْنَا بِمَلْعُونٍ لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ ».
“Hus (kalimat hardikan kepada unta agar jalannya cepat -pen), semoga Allah melaknatmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Siapa yang melaknat untanya itu?” Lelaki itu menjawab, “Aku, wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Turunlah (dan turunkanlah barang-barangmu darinya -pen) [1] Janganlah Engkau menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah Engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkau mendoakan keburukan kepada anak-anakmu. [2] Jangalah engkau mendoakan keburukan pada harta-hartamu [3]. Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian.” (HR. Muslim no. 3009).
Seseorang pernah mengadukan putranya kepada Abdullah bin Mubarak. Abdullah bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau pernah berdoa (yang buruk) atasnya.” Orang itu menjawab, “Ya.” Abdullah bin Mubarak berkata, “Engkau telah merusaknya.”
KEBIASAAN ANEH ORANG SHOLIH SAUDI ARABIA
Selama tinggal di Riyadh KSA 2001-2007 ada salah satu kebiasaan unik yg dilakukan dan diucapkan orang sholih di saat mereka sedang marah besar, mereka sering mengucapkan ‘Allahu Yahdik’ (Semoga Allah Ta’ala memberikanmu hidayah). Kalimat ini secara bahasa tidak menganduk makna keburukan. Namun berdasarkan adat kebiasaan orang Arab, kalimat ini merupakan ungkapan kemarahan mereka.
Disebutkan bahwa salah satu sebab Syaikh Muqbil bin Hadi Al–Wadi’i rahimahullah menjadi seorang ulama besar ahlu sunnah adalah bahwa orang tuanya pernah marah besar kepadanya lantas mengucapkan, “Allahu Yahdik.” Kemudian Allah Ta’ala pun mengabulkan doa orang tua beliau sehingga kita mengenal beliau merupakan salah seorang ulama besar ahlu sunnah yang tidak tercemar lingkungan syi’ah zaidiyah.
Oleh karena itu, mari jaga lisan kita dari mengucapkan doa atau ungkapan keburukan pada anak keturunan kita. Marilah kita ganti doa keburukan tersebut dengan ucapan yang baik, walaupun kita sedang marah besar kepada anak.
Kasus Hari ini di desa Bergas Lor, Karang Jati, Kab.Semarang...
Menangani kasus anak anak umur 14 tahun yang bersifat dan berperilaku aneh, yaitu selama 10 tahun hanya mau pakai celana warna kuning dan kaos sport putih...
Sudah di obati kemana" tdk sembuh", bahkan setiap dibawa ke orang pintar dia melempari pintu depan rumahnya dgn batu dan berkata
" Kamu mau mengobati aku kan? "
Kemudian tidak jadi berobat.
Usut punya usut:
Sang ibu teringat bahwa pada waktu umur 4 tahun di malam 'idh anak ini berpakaian kaos robek beberapa tempat, seorang ibu tentunya akan malu dan kurang enak hati apabila anaknya dilihat orang dalam keadaan seperti itu, maka SAMBIL MENAHAN MARAH seraya berucap "Lepas saja sekalian tidak pakai baju"
Maka sejak itu anak tidak mau pakai baju
Jadi...
Apabila terjadi musibah pada anak kita, terjadi perubahan akhlak, sikap dan kebiasaan mereka...
Maka diri kita selaku orang tua mengingat dan kembali ke masa lalu:
APAKAH KITA PERNAH MEMANDANG I ANAK KITA DENGAN PANDANGAN KEBENCIAN DAN KEMARAHAN??
MUNGKIN DISERTAI DOA DAN GUMAMAN KEBURUKAN??
ATAU MUNGKIN TA'JUB DENGAN KEBANGGAAN YANG BERLEBIHAN??
Mungkin itulah awal sebab musibah bagi anak, karena pandangan tersebut akan ditangkap setan untuk menyakiti anak dengan membuat bahaya secara fisik, akal dan kejiwaannya..
Rumus 'Ain
👴🗯 + 👄 + 👻 = ☠
Hasad pada jiwa manusia
+
Ucapan lisan
+
Sambaran syaithan
=
'Ain membahayakan korbannya
Ada hasad / kebencian /kemarahan / kekaguman yang diucapkan dengan lisan (yang terucap) kemudian energi hasad / kebencian / kemarahan / kekaguman tersebut di sambar syaithon untuk mewujudkan musibah / kejelekan dengan ijin Alloh....
Maka berhati" lah
Karena....
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين
“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)
sumber dari
Ruqyah bekam Gurah Ambarawa
==================================
Sharing dan Update berita tentang Ruqyah dan Dahsyatnya pengalaman penyembuhan Qurani dari kisah baik dalam dan Luar Negeri
gabung :Penyembuhan Qurani Online
https://www.facebook.com/groups/917360628299652/
sharing ruqyah pembelian kitab dan herbal ruqyah
082138064460

Suka artikel ini? bagikan

FacebookGoogle+ Twitter
0 Komentar untuk "'Ain Orang Tua Terhadap Anaknya "

PELAYANAN RUQYAH EKSLUSIVE

PELAYANAN RUQYAH EKSLUSIVE
Melayani Panggilan Ruqyah seluruh Indonesia dan dunia. Penjelasan lanjutan klik gambar !

PONDOK REHABILITASI QURANIC HEALING

PONDOK REHABILITASI QURANIC HEALING
#TOP