☆☆Tanya Jawab Bersama Syaikh Wahid 'Abdussalam Bali -hafidzahullaahu Ta'ala-☆☆

☆MENUNJUK DALAM RUQYAH☆

Alhamdulillah di sela-sela kesibukan beliau yg amat padat, beliau masih menyempatkan utk menjawab pertanyaan kami berkaitan dengan metode menunjuk saat meruqyah (wanita khususnya) ...

Kami (Faizar) bertanya :

"Saya meruqyah wanita dengan menggunakan isyarat jari telunjuk kanan, hal itu saya lakukan supaya terhindar dari menyentuh suatu bagian apapun dari tubuhnya..

Apa hukum ruqyah menggunakan isyarat jari telunjuk yg mana mu'alij membacakan ayat ruqyah kepada orang yg sakit terutama wanita sambil menunjuk area tubuh mereka..
Setan akan tergoncang dan tersibak keberadaannya dengan cara ditunjuk ini, susah utk bersembunyi di tubuh mereka (para wanita)...

Saya mohon agar syaikh memberi pencerahan khususnya memgenai permasalahan (tehnik menunjuk) ini, apakah dibenarkan ?..."

Syaikh Wahid menjawab singkat :

"Itu adalah cara yg LEBIH UTAMA dalam mengobati wanita hingga tak ada bagian tubuh mereka yg tersentuh.."

Percakapan ini dilakukan via Whatsapp dengan nomer saya (Faizar) pribadi dan nomer pribadi Fadhilatus asy-Syaikh Wahiid 'Abdussalam Bali hafidzahullah Ta'ala..

Adapun tehnik menunjuk ini TIDAK SAYA DAPATKAN dari syaikh Wahid.. melainkan saya pelajari saat di GONTOR dari ustadz saya, ust.Arif Rahman Hakim Hakim rahimahullah dan dari syaikh Musa Sungkar hafidzahullaahu Ta'ala sebagai eyang guru yg sudah malang melintang di dunia ruqyah selama kurang lebih 30 tahun...dan alhamdulillah kedua guru saya di Indonesia sama-sama bermanhaj salaf...

Jd tolong tak usah mengadu pendapat guru satu dengan guru yg lain..

Tatkala kami masih mengamalkan tehnik tunjuk ini, bukan berarti kami tak taat ulama ...

Masing-masing dari kita punya guru yg berkompeten di bidangnya dan kita hanyalah muqollid yg seharusnya merealisasikan apa yg kita dapatkan dari guru kita...

Bukan sibuk berdebat saling mengunggulkan guru masing-masing...

Hakikat ilmu yg berkah adalah yg direalisasikan utk menggapai ridho Allah, BUKAN untuk meninggikan nama sendiri atau komunitas sendiri... beradu tehnik mana yg paling hebat...

Jangan pula menuduh saudara sendiri dgn kata2 yg dpt melukai perasaan mereka yg sama2 berjuang bersama antum...

Hanya karena beda guru atau beda pemahaman bukan berarti mereka yg beda pemahaman selalu diganduli setan (jin turunan) di setiap ruqyahnya... na'udzubillah...

Mari sibukkan diri mengamalkan ilmu yg telah didapat agar Allah menambah ilmu kita, dikatakan oleh sebagian salaf :

من عمل بما علم، أورثه الله علم ما لم يعلم

"Barangsiapa mengamalkan ilmu yg telah dipelajari, maka Allah akan mewariskan suatu ilmu yg sebelumnya tidak diketahui..."

Mari kita selalu mendoakan kesejahteraan dan keselamatan untuk guru-guru kita...
Semoga Allah Ta'ala senantiasa melimpahkan keberkahan kepada guru-guru kita dengan ilmu yg telah mereka ajarkan.. aamiin...

Muhibbukum fillah
Abu Musyaffa Muhammad Faizar

☆Sokaraja, 11 Ramadhan 1438 H☆

Post a Comment