Thibbun Nabawi dan Jima'
=================
📝 Musdar Tambusai 📝

Adalah Al-Hafizh adz-Dzahabi dalam kitabnya "Thibbun Nabawi" menulis satu Pasal ttg Jima'..... \

Boleh dikatakan sesuatu yg jarang dikaitkan antara Jima' dan Pengobatan... \

Tapi, Imam adz-Dzahabi melakukan itu... Jima' yg sehat sebagaimana dapat disimpulkan, antara lain : - Lakukanlah jima' di awal masa suci (istri)
- Lakukanlah Foreplay (mula'abah) sebelum ke permainan inti...
- Lakukanlah setelah proses pencernaan makanan sempurna...
- Lakukanlah disaat fisik mengalami keseimbangan panas dan dingin..
- Lakukanlah disaat lambung sedang tidak kosong dan tidak terlalu penuh.. Tapi, Umar ibn Khattab pernah berbuka puasa dengan jima'... (Nggak kepikiran tu, gimana caranya berbuka puasa dgn jima'. Gimana ancang-ancangnya, kan nggak mungkin langsung standby..he..he..)
- Jauhi jima' saat letih, sedang galau dan dalam kecemasan...
- Jauhi jima' setelah makan obat...
- Jauhi jima' dgn nenek-nenek atau anak kecil serta perempuan yg sdg haid Makanan yg baik untuk menjaga stamina alias _viagra_ alami, antara lain :
- Kacang, bawang putih, telur, daging burung, minum susu, anggur, dsb (lihat hal. 50)...
 - Jauhi makanan yg terlalu asam dan terlalu asin.
Jika ingin mengulangi jima setelah istrahat dari jima' yg pertama, hendaklah berwudhu'.
 Jika selesai melakukannya, berwudhu' lagi sebelum tidur, begitu juga jika ingin makan atau minum... Mulai dengan basmalah dan membaca doa...
 Dengan jima' - kata beliau - badan jadi sehat, pikiran jadi tenang jika mematuhi panduan syari'at atau sunnah Nabi saw yg disebutkan dalam kitab-kitab hadits.
Wallahu a'lam.
=======
Medan, 28 Febr. 2014
(Status Fb empat tahun yg lalu)

Post a Comment