_Terapi Ain_
*Keluhan usus yang melilit*
_______________
Sumber :Buku sembuhkanlah penyakitmu dengan ruqyah syar'iyyah. Hal 171
📗📗📗📗📗📗
*👳‍♂Abdullah bin Muhammad as - Sadhan.*
________________
Editor Hari efendi wijaya
DPW QHI JABAR
DPD ARSYI Cimahi
0896-8088-6277
_________________
_Salah seorang thalibul ilmu (penuntut ilmu) makan di sebuah desa. Disaat menyatakan makan ia memotong - motong daging dan membagikannnya kepada para tamu._
*Salah seorang dari mereka berkomentar " perutmu bagaikan kassarah (maksudnya pengantar batu)".*
Semua orang pada tertawa.Di penghujung pesta ini, ia tersedak dengan dahsyat mual yg tidak tertanhankan dan muntah disertai mencret yang sangat menyakitkan.
Ia pergi ke rumah sakit. Setelah di lakukan pemeriksaan dengan USG, dokter mendapati adanya *lilitan usus* sehingga harus di lakukan operasi secepatnya untuk menghilangkan lilitan itu.
Operasi di laksanakan dengan sukses. Ia mesti menginap selama sebulan agar luka bekas operasi nya pulih (sembuh).
Tatkala ia sampai di gerbang rumah sakit (untuk pulang) "rasa sakit yang dahsyat di perut nya menderanya kembali.
Maka ia kembali lagi untuk periksa kepada dokternya.
*Sang dokter sangat tercengang, begitu cepatnya lilitan usus nya itu kembali seperti semula. Maka dokter menetapkan pelaksanaan operasi berikutnya untuk menangani masalah usus yang terlilit sampai tuntas.,dan setelah itu ia mesti istirahat sebulan. Tatkala ia sudah sembuh dan ingin keluar rumah sakit, tiba tiba penyakit nya itu kembali kambuh lagi untuk ke tiga kalinya*
_Setelah diperiksa lagi, dokter menetapkan bahwa tidak mungkin di lakukan operasi yang ke tiga kali nya.,karena kondisi fisik (tubuh) yang tidak memungkinkan,_
Dan dokter juga menjelaskan bahwa jenis penyakit ini *langka.,*mungkin baru pertama kali *di dunia*dan tidak di ketahui sebabnya secara pasti.
Akhirnya pasien meninggalkan rumah sakit dengan menahan rasa sakit yang menimpanya. Saat ia di ruqyah dengan niat mencari kesembuhan dan hidayah bagi jin yang merasuki, ia menuduh orang yang mengomentari dengan ungkapan yang telah lewat.
Maka peruqyah memerintahkannya berprasangka baik kepada tertuduh dan mengambil sesuatu dari *bekasnya*"meskipun cuma sedikit,baik dari ludah atau keringatnya.
*Maka orang yang sakit itu mengambil bekas darinya, dan mengguyurkan ke tubuh tapi belum berpengaruh positif*
Keluhan keluhan sakitnya masih ada dan ia mengadukannya ke peruqyah.
_Maka peruqyah bertanya kepadanya,_
*Apakah engkau minum bekas itu?*
Ia menjawab *Aku mengguyurkan ke tubuhku*
Maka peruqyah mengatakan *Sesungguhnya pengaruh jahat ain menimpa perut dan secara prinsip, bekasnya harus sampai ke daerah yang ditimpa pengaruh ain*
_Maka ia mengambil lagi bekas darinya dan meminumnya sehingga belitan- balikan ususnya kembali normal, dan kehidupannya pun kembali seperti semula_
Kemudian ia berkonsultasi ke rumah sakit, dan para dokter meyakinkan bahwa dirinya sehat dari penyakit (belitan ususnya) sudah sembuh dan normal kembali atas fadhilah dari Allah.
_Barakallahu fikum._
*Silahkan sher dengan syarat tidak merubah tulisan ini sedikit pun.*
_Catatan_
📗📗📗📗📗
*Bagi yang ingin memiliki buku ini, silahkan hub nomer diatas*

Post a Comment