PENGALAMAN-PENGALAMAN UNIK SAAT MERUQYAH

Suatu kali seorang ibu menelfon saya. Beliau meminta bantu untuk meruqyah butiknya yang terletak di salah satu pusat Kota Padang. Si ibu merasa ada yang aneh dengan tokonya. Omset usahanya yang menurun drastis, hingga mencapai 90% penurunannya.

Seperti biasa sebelum sesi ruqyah, ada sesi tazkiyyah an nafs dulu. Menjelaskan tentang keimanan, taubatan nasuha, konsep hidup, konsep rizqi, syarat Al -Qur'an menjadi penyembuh, hingga mengajarkan tekhnik ruqyah mandiri.

Sesi tazkiyyah selesai. Sekarang sampai pada sesi meruqyah air galon yang telah beliau dan suami siapkan. Saat saya membacakan ayat-ayat Al-Qur'an ke air galon tersebut, baru sampai pada surat Al -Baqarah, tanpa diduga si ibu kesurupan. Berteriak dan mengatakan..panas, panas. (Padahal saya hanya meniatkan meruqyah airnya, bukan meruqyah beliau). Saya lanjutkan saja bacaan saya. Saat kesurupan itulah, jinnya mengaku dia dikirim oleh sang mantan suami yang tidak senang dengan beliau, dan ingin menghancurkan keluarganya, hidup dan usahanya.

Wallahu a'lam, karena jin itupun pembohong.
Di kali yang lain, seorang bapak beserta seorang istri dan anaknya datang ke rumah. Beliau meminta bantu meruqyah istrinya tersebut. Keluhannya, sang istri selalu merasa tidak tenang dan gelisah hidupnya. Resah jiwanya. Tak tentram bathinnya. Dan juga ketiga anaknya tidak pernah akur. Bertengkar saja sepanjang hari. Panas suasana rumah.

Seperti biasa, sebelum terapy ruqyah, ada sesi tazkiyyah an nafs dulu. Singkat cerita sampailah di sesi ruqyah. Anehnya, di saat saya mulai membacakan Al Qur'an, sang bapaklah yang bereaksi keras. Istrinya juga bereaksi, tapi hanya bergetar seluruh tubuhnya, namun tidak terlalu keras. Sementara sang bapam, Ia kesurupan. Bahkan ia sampai berdiri mau nyerang saya, dan menghentikan bacaan Qur'an saya. Saya teruskan saja bacaan saya, hingga ia tersungkur dan pingsan. Lalu saya coba sadarkan dia, kemudian saya tanyakan, bapak dulu pernah mempelajari ilmu apa?
Barulah di sana terbongkar, semasa masih muda dulu ternyata beliau ini pernah belajar ilmu kebathinan. Agar berwibawa dan dihargai kawan-kawan di tempat bekerja, kata beliau.
Lalu saya sampaikan, dari sinilah syaithannya masuk. Bapak mempelajari ilmu-ilmu syaithaniyah, yang mengundang syaithan ke dalam tubuh bapak. Makanya dia masuk dan mengganggu seluruh anggota keluarga Bapak.

Lalu saya minta beliau membersihkan diri dengan melakukan taubatan nasuha dan memperbaiki amal ibadahnya, serta meninggalkan seluruh amalan-amalan sesat yang pernah dilakukan.
Di kali lain lagi, seorang ibu meminta saya untuk meruqyah ibunya yang sedang sakit. Pengakuannya, si ibu dulu pernah memasang susuk di wajahnya. Makanya wajahnya awet muda, walau usia telah menginjak kepala 7. Dan beliau ingin membuang susuknya tersebut, karena sudah berefek sakit ke tubuhnya yang lain. Lalu saya ajak si ibu itu untuk bertaubat kepada Allah, menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan. Dan kembali mengerjakan sholat 5, waktu yang sudah lebih setahun beliau tinggalkan, semenjak sakit itu.

Nah, saat sesi ruqyah, anehnya, si anaklah yang merasakan kepanasan. Saking panasnya, dia tak sanggup di dekat ibunya dan dia mencoba lari keluar dari ruangan itu. Saya berusaha tahan beliau, dan meminta untuk fokus saja mendengarkan ayat-ayat ruqyah. Saya sampaikan, jin di dalam tubuh ibuk yang merasakan kepanasan, dan ingin keluar. Makanya fokus saja, kecuali ibuk masih mau diganggu oleh syaithan itu. Dia bilang, saya tak sanggup, panas, sambil berlari keluar dari ruangan itu. Setelah ditanya, ternyata beliaupun pernah dipasang susuk dulunya, dan juga dia mengakui memang ada seorang kakek-kakek yang senantiasa ikut mengikuti, dia merasa dijaga oleh kakek-kakek itu. Dan di suatu waktu dia lapar sementara makanan tidak ada, maka dia tinggal bawa tidur. Saat tidur itu beliau akan mengalami mimpi makan, disuguhkan makanan, saat bangun dia akan merasa kenyang.

Lalu saya sampaikan, itu syaithan yang mengikuti dan membantu ibuk. Makanya ibupun harus bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian-kelalaian

Post a Comment